![]() |
| Berbekal Kaos Im Ngapak Aku Lanjutkan Perjalanan | zeeindistro |
Ngapak apa Adanya
Dari sisi historis dan geografis, wilayah yang dihuni mayoritas penduduk berlogat ngapak jauh dari kawasan keraton terbesar di Jawa. Itulah yang mengakibatkan mengapa tingkat kehalusan berbahasanya berbeda dengan Jogja ataupun Solo. Itulah yang mengakibatkan orang ngapak itu sejak dari nenek moyang jauh dari intrik kekuasaan. Hal tersebut berpengaruh pada kesehariannya, yang jarang memakai topeng. Apa yang dirasakan, itulah yang diucapkan.
Istilahnya Blakasuta. Jika bercanda yang keluar adalah true colournya. Orang ngapak tidak nyaman memakai topeng. Memakai sesuatu yang bukan nature nya.
Dan jika keterbukaan adalah salah satu syarat untuk membentuk rumah tangga yang langgeng, orang ngapak sudah memilikinya. Dari lahir.
Wong Ngapak Ngguyu
Coba kamu perhatikan jika kamu melihat dua orang dengan logat ngapak mengobrol satu sama lain. Sedikit-sedikit pasti kamu akan mendengar canda tawa diantara keduanya. Bahkan walaupun kamu tidak mengerti bahasanya, kamu tetap akan bisa tertawa.
Jika kamu tidak percaya, coba search di youtube dengan kata kunci : Curanmor Ngapak. Percayalah, walaupun kamu tidak mengetahui arti katanya, kamu tetap bisa tertawa.
Banyak kata-kata panggilan unik yang hanya orang ngapak yang mengerti. Seperti Daplun, Gondes, Kucluk.
Sudah bisa dipastikan rumah tanggamu kelak akan jauh lebih berwarna jika pasanganmu memiliki logat ngapak.
Gampang Nemu Calon Jodo
Memang untuk kategori ganteng dan cantik yang mainstream, kami masih kalah dari Bandung, Jakarta, atau Manado. Jika definisi cantik atau ganteng adalah hidung mancung, tubuh tinggi, dan kulit putih. Karena sebagian besar orang dengan logat ngapak memiliki hidung minimalis, tinggi ideal, dan kulit sawo matang.
Namun justru itulah yang membuat kecantikan dan kegantengannya natural. Pas, tidak berlebihan.
Jika kamu berharap wajah pertama yang kamu lihat di pagi hari adalah wajah yang menentramkan walau tanpa polesan make up, carilah pasangan yang ngapak.
Paling penting kieh Setia
Apa perbedaan mendasar dari logat ngapak dengan Jawa yang lainnya. Ya, tentu saja penyebutan huruf vokal “a” dan “o”.
“Opo” di Solo, menjadi “Apa” di Purwokerto.
“Ojo” di Jogja, menjadi “Aja” di Cilacap.
“Sopo” di Semarang, menjadi “Sapa” di Purbalingga.
Menurut sejarah, hal ini dimulai ketika kerajaan Mataram memperbaharui mengganti vokal “a” menjadi “o”, warga dengan logat ngapak memilih setia menggunakan “a”. Kesetiaan yang dipegang teguh hingga anak cucu.
Jadi kalau logat aja dipertahankan dengan begitu setia, apalagi pasangannya?
Due Keberanian di Atas Rata-rata
Jika kamu ingat, salah satu slogan kampanye gubernur Jawa Tengah sebelum Pak Ganjar Pranowo, yaitu Pak Bibit Waluyo adalah,
Bali ndesa, Bangun Desa (Pulang ke Desa dan Membangun Desa)
Mengapa orang dengan logat ngapak ada dimana-mana, hal ini menjelaskan semuanya. Warga ngapak memang terkenal berani dalam merantau. Mereka menyesaki ujung dunia, dengan penuh keberanian menantang resiko. Pergi merantau tanpa kepastian dan sanak saudara saja berani, apalagi cuma pergi memintamu ke orang tuamu?
