![]() |
| Berawal dari Better Banyumas | zeeindistro |
Sejarah Nama "Better Banyumas"
Proses panjang penyusunan konsep city branding telah menghasilkan satu rumusan logo dan tagline yang berbunyi "Better Banyumas". Kalimat ini dipilih dan diyakini memiliki roh dan spirit yang bisa membangkitkan semangat segenap stake holder untuk menjadikan Banyumas lebih baik dan pada akhirnya Banyumas dijadikan sebagai pilihan dalam konteks multy purpose, seperti tujuan investasi, pariwisata dan lain sebagainya.
Dari acara “urun rembug” yang diselenggarakan di Pendopo Sipanji, dijelaskan oleh salah satu panitia penyusun bahwa penggunaan "better" yang merupakan kosa kata bahasa inggris bagian dari penegasan dan komitmen Banyumas untuk Go International, khususnya dalam menyambut kehadiran MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Forum urun rembug ini sendiri dihadiri oleh Bupati dan beberapa pejabat penting Kab. Banyumas, legislatif, akademisi, pelaku dunia usaha, budayawan, temen-temen muda kreatif, para pakar IT dan lain sebagainya.
Atas ketersusunan city branding ini, sebagai lanjutan akan dilakukan sosialisasi dan massifikasi city branding ke semua lini sehingga semangat yang ada pada “Better Banyumas” akan menjadi sumber energi dan kreasi untuk membuat Banyumas lebih baik. Pembumian roh atau spirit city branding ini menjadi sangat penting agar bisa memberikan kontribusi optimal bagi pertumbuhan laju pembangunan banyumas secara menyeluruh ke arah yang lebih baik.
Sebagaimana biasanya atas setiap hal baru, kehadiran city branding ini pun mendapat tanggapan beragam. Ada yang langsung mendukung secara penuh, ada yang konfirmasi maksud dan tujuan di susunnya city branding dan ada juga yang bertanya filosopi tagline dan logo Better Banyumas. Ada lagi yang sempat menilai proses ketersusunannya menggunakan pola top dawn sehingga dikhawatirkan kurang mendapat apresiasi masyarakat. Mereka berpendapatan bahwa bahwa di kekinian masyarakat Banyumas sangat respect dan apresiate terhadap aksi-aksi dimana masyarakat dilibatkan dalam. Ada pula yang meminta langkah-langkah lanjutan yang konstruktif dan konsisten dengan roh atau semangat yang melekat pada istilah "better banyumas". Bahkan ada yang agak keberatan dengan penggunaan kosa kata bahasa asing dalam tagline city branding tersebut.
Setelah melalui diskusi gayeng dan suasana cair, akhirnya terbangun komitmen untuk bersama-sama mensukseskan city branding ini ke dalam content yang benar-benar mampu menyemangati akselerasi pembangunan Banyumas dalam arti luas. Dengan demikian, kehadiran city branding memberikan dampak significant bagi terbangunnya kehidupan masyarakat yang lebih baik, terselenggaranya pelayanan publik yang baik dimana terbangun suasana keterlibatan para pejabat publik dalam suasana kebathinan masyarakat.
Lagi - lagi Better Banyumas
Pemerintah Kabupaten Banyumas akhirnya mempublikasikan hasil seleksi konsep dan karya pencitraan visual kota (city branding) Banyumas setelah rangkaian proses sejak tahun 2014. “Better Banyumas” menjadi logo dan tagline yang dianggap paling pas untuk mencitrakan Banyumas. “Better Banyumas” mulai diperkenalkan kepada publik pada event extravaganza dalam rangka Hari Jadi Ke-433 Kabupaten Banyumas, di Alun-alun Purwokerto, Minggu (19/4).
’’Ini buah karya bersama dan peran serta berbagai kalangan yang sudah sepakat merumuskan dan memilih nama Better Banyumas. Sebutan ini bisa dimaknai dalam ragam arti, lebih baik di Banyumas, lebih baik ke Banyumas, atau arti lainnya,’’ ujar Achmad Husein, Bupati Banyumas mengilustrasikan arti sederhana dalam keterangan persnya.
Bupati mengatakan, city branding arahnya adalah untuk memasarkan berbagai potensi dan kelebihan yang ada di kabupaten ini. Kemudian memberi nilai manfaat dan keuntungan bagi semua pihak.
Sebutan ini, katanya berbeda dari moto yang sudah ada, yakni ’’Banyumas Satria’’. Menurutnya, moto tersebut sebagai roh yang menjiwai perilaku dan tatanan kehidupan masyarakat Banyumas dan tetap dipertahankan atau tidak dihilangkan.
’’Kalau Banyumas Satria itu merupakan roh Banyumas yang tidak bisa dijual. Moto tersebut menjiwai salah satu sifat Banyumas yang cablaka. Namun, untuk logo dan tagline hasil city branding merupakan hal yang nantinya bisa menjual Banyumas ke luar,’’ jelasnya.
Untuk mendukung itu, katanya, di APBD perubahan tahun ini juga akan mulai dialokasikan anggaran untuk sosialisasi dan semua SKPD diminta mulai mensinkronkan dengan programnya dengan city branding Banyumas.
